Saturday, July 19, 2014

Kumpulan Cara Merawat Laptop Supaya Awet

Halo sobat blogger semua...udah lama nih ga nulis blog gatel juga nih tangan haha lebay yak sorry ^.^ next gue mau ngasih tips supaya laptop sobat blogger semua tetep awet tahan lama.
Gue mau ngasih tips ini terinspirasi dari laptop gue yang rusak bulan juni'14 lalu.
Oke langsung aja berikut tips-tipsnya :

1. Jangan Sembarangan Mendownload Software-software dari Internet



Biasanya nih, klo udah ada koneksi kenceng alias ngebut, pasti deh kerjaannya download. Usahakan jangan download software yang tidak jelas asal usulnya karena bisa membahayakan laptop kita. Pakailah software-software yang telah didapatkan dari paket laptopnya waktu pertama beli. Jika software hasil download sebaiknya scan dulu dengan antivirus paling top.
Contohnya kita biasanya pergi ke situs yang kita tuju nah tiba2 disitu disuruh download ga jelas tuh, padahal itu bukan tujuan kita, jangan sampai kita download ya bahaya banget sama masalah virusnya.


2. Jangan Menginstall Software yang Sekiranya Jarang dipakai dan Tidak Berguna


Buat apa beli doang tapi gak dimakan. betul ga tuh? seperti halnya software yang sudah diinstall, kalo gak dipakai dan gak berguna cuma bakal jadi sampah di laptop dan yang pasti ngeberatin laptop alias BIKIN LEMOT. Jadi saran gue mending software yang ga penting mending uninstall aja



3. Rapihkan Folder-folder/Icon-icon yang Berada di Directory/Desktop

Nah tips yang ini juga penting banget, kenapa? karna kerapihan itu bakal ngebuat user yang memakainya ga pusing/ribet. Nih contohnya :



4. Jangan Meletakkan Laptop diatas Kasur/Tempat yang Mudah Berdebu


Dampak yang ditimbulkan yaitu laptop menjadi kotor, eits bukan body nya doang tapi mesinnya/sistemnya juga, kok bisa masuk ? Yap debu masuk melewati selah-selah di tempat kipas, di tempat USB, maupun di bawah keypad laptop. Jadi disarankan untuk menyimpannya di tempat yang lebih aman & bersih.



5. Gunakanlah Software Deep Freeze


Bang revi kok make deep freeze sih? emang bang revi kira warnet apa haha...
Yap memang software ini khusus untuk PC warnet, memang pemakaiannya yang ribet menjadi banyak user di dunia tidak ingin memakai software ini.
  • Effect (+) dari software ini : Virus tidak akan memasuki system/directory, meskipun virus masuk paling cuma bentar hahaha :D, cara menghilangkan virusnya yaitu hanya di RESTART dan taraaaa kembali system kembali seperti semua yang polos kaya bayi ^.^
  • Effect (-) dari software ini : (DF keadaan aktif) Jika kita menginstall suatu software lalu laptop kita di RESTART maka software tersebut akan hilang dan user pasti langsung tahu fungsinya apa :
Download DF gratiz by BAGAS31.COM


6. Gunakanlah Tas Khusus


Pakailah tas khusus untuk laptop karena tas laptop mempunya busa yang lebih tebal, bahan permukaan yang lebih halus, dan juga jika bervariasi bisa membuat kita lebih Ganteng-Cantik :D
Kenapa sih kok tas laptop busa lebih tebal dan bla...bla...bla...?
Tas laptop mempunyai fungsi begitu untuk merendahkan kemungkinan rusaknya laptop akibat kontak fisik dari luar, dan laptop butuh bahan yang lebih halus supaya tetap awet.




7. Selalu Pasang Battery


Naaah sahabat blogger.......ini termasuk kategori penting banget!
Kenapa sih kok penting banget?
Ini yang saya alami waktu rusak laptop paling parah, kalo kita mencopot battery dan aliran listrik langsung terhubung ke laptop, laptop pun ga bakal bertahan lama alias MATE!
Kak revi kok bisa mati sih?
Yup laptop bisa mati karena motherboard rusak! Berikut penjelasannya :
  • Battrey laptop berfungsi sebagai stabilisator karena di dalamnya terdapat penyesuai tegangan (voltage converter) dan sirkuit pengatur (regulator circuit) untuk mempertahankan tingkat keamanan tegangan dan arus listrik.
  • Menyalakan laptop dengan AC power dengan kondisi Battrey dicopot dapat mempercepat kerusakan komponen elektronik dalam laptop, karena komponen2 tersebut akan menerima tegangan dan arus listrik yang berlebihan.
  • Menyalakan laptop dengan AC power dengan kondisi Battrey dicopot tetapi menggunakan stabilisator/UPS sedikit banyak juga dapat mempercepat kerusakan komponen elektronik dalam laptop karena tegangan dan arus listrik akan langsung menuju ke komponen daleman laptop tanpa melalui penyesuai tegangan (voltage converter) dan sirkuit pengatur (regulator circuit).
Kalo pake AC power mendingan Battrey tetep dipasang, mending Battreynya yang rusak, kalo ganti yang orisinil paling harganya 700-800ribuan, dari pada motherboard yang rusak biayanya bisa mahal banget, kalo sampe harus ganti bisa jutaan rupiah.
Jadi sekarang tahu kan lebih penting yang mana.... ^.^



8. Gunakanlah Cooling Pad

Cooling pad ini berfungsi supaya berbagai mesin, motherboard, tidak cepat panas.
Apasih effect kalo laptop ga pake benda kaya begini?
Effectnya seperti :

  • Timah-timah yang menghubungan berbagai kabel di mesin, motherboard, akan meleleh sehingga laptop akan rusak/cacat.
  • Kinerja laptop akan menurun dan sebagainya.
Lebih baik membeli Cooling Pad sahabat blogger dari pada laptop rusak, tapi tergantung bagaimana anda memikirkannya ^.^




Berikut tips yang paling penting sobat blogger

Semoga bermanfaat selalu ^.^

Wednesday, February 13, 2013

Soe Hok Gie



Soe Hok Gie (lahir di jakarta, 17 Desember 1942 – meninggal di Gunung Semeru, 16 Desember 1969 pada umur 26 tahun) adalah salah seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962–1969.

Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin (Hanzi: 蘇福義). Leluhur Soe Hok Gie sendiri adalah berasal dari provinsi Hainan, Republik Rakyat Cina.

Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran (1983).

Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan. Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal vokal dan sekarang berdomisili di Australia.

Hok Gie dikenal sebagai penulis produktif di beberapa media massa, misalnya Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Sekitar 35 karya artikelnya (kira-kira sepertiga dari seluruh karyanya) selama rentang waktu tiga tahun Orde Baru, sudah dibukukan dan diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan (Bentang, 1995).

Juga skripsi sarjana mudanya perihal Sarekat Islam Semarang, tahun 1999 diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. Sebelumnya, skripsi S1-nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judul Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan (Bentang, 1997).

Sebagai bagian dari aktivitas gerakan, Soe Hok Gie juga sempat terlibat sebagai staf redaksi Mahasiswa Indonesia, sebuah koran mingguan yang diterbitkan oleh mahasiswa angkatan 66 di Bandung untuk mengkritik pemerintahan Orde Lama.

Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis

Akhir perjalanan Gie :
15 Desember 1969, Soe Hok Gie bersama kawan-kawannya Herman Lantang, Abdul Rahman, Idhan Lubis, Aristides Katoppo, Rudy Badil, Freddy Lasut, Anton Wiyana berangkat menuju Puncak Semeru melalui kawasan Tengger. Soe Hok Gie ingin bisa merayakan ulang tahunnya yang ke 27 di atap tertinggi Pulau Jawa tersebut. Tanggal 16 Desember, di tengah angin kencang di ketinggian 3.676 meter (dari atas permukaan laut), Hok Gie, Idhan, Rahman terserang gas beracun. Hok Gie dan Idhan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan dan nyawa mereka tidak sempat tertolong.
Gie juga banyak menulis puisi - puisi beserta kritikan tajamnya


Mandalawangi - Pangrango


Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang2mu
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu

walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku

aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya “tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
‘terimalah dan hadapilah

dan antara ransel2 kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas2 hutanmu, melampaui batas2 jurangmu

aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup

Jakarta 19-7-1966

“Disana, di Istana sana, Sang Paduka Yang Mulia Presiden tengah bersenda gurau dengan isteri-isterinya. Dua ratus meter dari Istana, aku bertemu si miskin yang tengah makan kulit mangga. Aku besertamu orang-orang malang…” – Gie


"Kehidupan sekarang benar benar membosankan saya seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang. dan tidak punya kerja lagi.
Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras. Diusap angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil.
Orang orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur." - Gie


“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda" - Gie

“Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan…” - Gie

Sebuah Tanya



“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”

Selasa, 1 April 1969
--------------------------------------------------------

Kritikan


Hari ini aku lihat kembali
Wajah-wajah halus yang keras
Yang berbicara tentang kemerdekaaan
Dan demokrasi
Dan bercita-cita
Menggulingkan tiran

Aku mengenali mereka
yang tanpa tentara
mau berperang melawan diktator
dan yang tanpa uang
mau memberantas korupsi

Kawan-kawan
Kuberikan padamu cintaku
Dan maukah kau berjabat tangan
Selalu dalam hidup ini?


Catatan Seorang Demonstran, Selasa, 11 November 1969


ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku

bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mandala wangi
ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danau
ada bayi-bayi yang mati lapar di Biarkan

tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu

mari, sini sayangku
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
tegakklah ke langit atau awan mendung
kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa”

Kata - Kata Gie Semasa Hidupnya

Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran.

Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.

Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau.

Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.

Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi "manusia-manusia yang biasa". Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.

Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun.

Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.

Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?

Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedengkian, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis…

Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.

Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik dari pada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita.

Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.

To be a human is to be destroyed.

Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin.

Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.

I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist.

Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata.

Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.

Saya tak tahu mengapa, Saya merasa agak melankolik malam ini. Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan. Semuanya terasa mesra tapi kosong. Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya. Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya.

Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.



Berikut salah satu cuplikan vidio Gie (catatan seorang demonstran)


Gue juga punya bukunya nih....tapi dalam bentuk PDF hehee